April 30, 2010

Tintaku Mengering


Ibarat bait-bait yang masih baru terukir dari tinta yang tak pernah kering,pun dengan ingatan ini.Tentang rasa yang tak pernah lapuk oleh zaman.Selamanya menjadi sejarah dalam sulur-sulur kenangan

Sepucuk cemara tentang indahnya senja di taman surga telah usang. Semua terasa hampa. Jadi wajar jika kuberanggap kini tintaku mengering,tak mampu lagi mengukir bait demi bait. Semua telah terlampaui tak mampu lagi menemukannya,rasa itu..Hingga banyangnya pun tak mampu lagi terjamah



Lazimnya, hari-hari yang terlewati telah menjadi episode lama dalam hidup tiap insan. Akan ada episode baru dengan cerita-ceritanya tersendiri. Sama seperti sekarang, pijakanku berada di tanah haram. Di bawah langit Madinah, dengan segala cerita birunya

Di bawah naungan Madinah yang langit-langitnya selalu putih abu-abu. Tak pantas rasanya meminta awan biru di ufuk timur untuk menghampiriku, melihat, meski sejenak saja...




1 May 2010/16-05-1431 H
Benar-benar kehabisan kata..
benar-benar hilang semua rasa..
Sungguh tintaku telah mengering..
Hasbunallah wa ni'mal wakiil ni'mal maula wa ni'mannashir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar