Februari 03, 2010

Sajak Bunga Palestina


Ayahku mereka mengatakan, engkau penjahat

Pada kenyataannya engkau bukannlah penjahat

Ayahku ! Mengapa mereka menghalangiku darimu

Mereka memenjarakannmu tanpa sempat menciumku sama sekali

Engkaupun tak sempat mengusap airmata ibuku

Ibuku ! Aku melihat airmata di kedua matamu tiap pagi

Tidakkah Palestina berhak melakukan pengorbanan ?

Engkau menjadikanku berbicara pada matahari tiap pagi

Ibuku ! Apakah aku dapat melihat kembali ayahku ?

Ataukah Ia wafat tanpa aku dapat melihatnya sampai hari kiamat ?

Atau Ia akan mengusap airmata ibuku yang bercucuran tiap fajar tiba ?

Ayahku ! Dimana engkau ayahku?

Aah betapa terjajahnya masa kecilku

Aah betapa terjajahnya masa kecilku

Aku bunga Palestina

No KTPku 70000

Aku belum sempat mencium ayahku sejak mentari terbit

Hari raya datang sampai hari raya berikutnya

Bayi demi bayi telah lahir

Syahid demi syahid berguguran

Sedangkan ayahku terkurung dalam teralis besi

Di belakang penjara hina yang tak pantas dihuni manusia

Kapankah datangnya hari pembalasan

Kapankah saatnya terali besi itu patah


Untuk wahai kalian

orang-orang yang mencium anak-anak kalian tiap pagi

Untuk wahai kalian

orang-orang yang mencium anak-anak kalian tiap pagi

Janji-janji kalian banyak dan permainan kalian banyak sekali

Malulah kalian

Malulah kalian

Malulah kalian

Ayahku terkurung dalam terali besi

Aku ingin (berjumpa) ayahku

Aku ingin (berjumpa) ayahku

Aku ingin (berjumpa) ayahku




* Surat-surat Cinta,Fariq Gasim


Masih adakah Palestina di hati kita ?
Sungguh tangisan itu akan terus terdengar
Jikalau engkau tak mampu memberikan harta jiwa atau ragamu
selipkanlah doa tulusmu dalam setiap shalat dan sujudmu
Namun jika engkau mampu menggunakan senjata mengapa harus menggunakan batu kerikil...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar