Oktober 02, 2010

Sedetik di Mata Selamanya di Jiwa

Mungkin begitulah kata yang tepat melukiskan pertemuan kami. Pertemuan yang sangat kunantikan dan ia pun begitu. Jauh sebelum berada di Madinah. Saat itu saya masih berada di tanah air.Dan beliau sudah ada di sini (Madinah). Hanya mengenal lewat perantara seorang saudari dari Makassar. 



Sebelumnya saya sudah mengetahui bahwa ia ada di Madinah.Mengenalnya lewat dunia maya dan membaca-baca blognya. Akhirnya saya pun meng-add Facebook beliau.Masya ALLAH lama sekali tidak diconfirm.Hampir dua bulan, dan tepatnya setelah saya sudah di Madinah. Hikz.. Sedih memang rasanya. Akhirnya saya mengirim pesan lewat inbox FB. tidak dibalas-balas juga. Dalam hati saya berpikir, mungkin beliau sangat kesulitan untuk online atau ada uzur syar'i. Mafii musykillah ukhty.


Sesampainya di Madinah, saya pun mengirim sms ke beliau. Isinya bahwa saya sudah ada di Madinah. Menanti dua minggu, tidak ada balasan. Mau menelpon pulsa belum banyak..hehe maklum masih jadid ^_^. Ala kulli hal, beliau akhirnya membalas dengan panjang, dan menjelaskan permintaan maafnya. Beberapa hari kemudian, beliau menelpon saya. Wah senang sekali. Dan hubungan kami pun intens berlanjut.


Sama-sama menetap di Madinah, namun begitu sulitnya untuk bertemu. Kalau ini di Indonesia, pasti sudah silaturrahim ke rumahnya dan sering-sering janjian di haram. Namun ALLAH punya cara yang lain dengan pertemuan kami. Suatu saat kami pun sepakat untuk bertemu di haram setelah shalat magrib. Alhamdulillah, akhirnya kami bertemu tanpa melihat muka masing-masing, karena kami memakai cadar. Dan saat itu (Hikz,,,tak sanggup menuliskannya..merasa bersalah). Saat itu situasi tidak memungkinkan untuk bersua lama karena kebetulan saya ditemani teman yang akan dinas malam.


Tidak menyangka beliau sangat mengharapkan kami bercakap-cakap lama. Pun dengan diri ini. Sangaaaaaattt. Banyak yang ingin diceritakan. Qadarallah, pertemuan singkat pun usai. Saat itu air mataku tak terbendung. sekali lagi, kalau ini Indonesia pasti saya akan stay bersama beliau di haram. Sayang ini Madinah, dengan segala peraturannya. Dan saya hanya pendatang dan penghuni sakan yang harus pulang ontime. hikz..hikzzz (sediiiiiiiih sangaaaaat). Meski begitu, hubungan kami tetap intens lewat dunia maya, sms, dan telepon.


Belum saya sebutkan siapa beliau. Beliau adalah orang yang luar biasa dengan segala kesederhanaannya. Kami berasal dari kampung yang sama. Ups salah. Beliau menetap lama di Makassar, tapi kalau asalnya beliau dari Toli-toli, Sulawesi Tenggara. Menetap 4 tahun di Madinah bersama keluarga kecilnya. Hijrah ke negeri para nabi karena mengikuti sang suami yang kuliah di Jami'ah Islamiyah/Universitas Islam Madinah dan disini pun jundi-jundi kecilnya lahir, Ubaid dan Ahmad. Subhanallah.....


Alhamdulillah setelah lebaran kemarin, kami bertemu di haram, setelah shalat magrib. Dan itu pertemuan kedua kami. Akhirnya saling menatap wajah..Wajah yang membuatku teduh. Ia membawakan oleh-oleh kue lebaran dari makassar. MasyaALLAH..betapa senangnya hatiku..Kami pun ngobrol-ngobrol ringan..Qadarallah, sang zauj menelponnya. Ternyata beliau harus berpamitan dan akan kembali lagi untuk shalat isya. kami pun berjanji untuk bertemu kembali.. Again ALLAH mempunyai rencana lain, satu jam kemudian beliau sms dan mengatakan bahwa ia akan langsung pulang ke rumah, karena zaujnya ada keperluan. Mafii musykillah. InsyaALLAH akan bersua kembali.


Cerita berlanjut...mendung mulai menggelayutiku..sedih luar biasa. Karena hal yang beliau sangat nanti-nantikan datang juga. Yaitu pulang ke tanah air. Sedih untukku dan bahagia untuknya..hikzz.. Karena memang beliau sangat menunggu hari itu tiba.. Begitu katanya saat kami curhat beberapa kali di dunia FB. Sungguh kak, ku ingin dirimu disini..


Berita itu datang. Dalam minggu ini beliau akan kembali ke tanah air. Visa dan tiket sudah diurus. Rencana hari ini akan bersua untuk yang terakhir kalinya di haram. Jadwalku sudah matching. Permasalahannya tidak ada teman yang outing hari ini. Semuanya dinas. Hikz..sediiiih luar biasa.. masih berandai-andai kalau ini Indonesia, ku akan melancong sendiri ke Masjid Nabawi,hikz,,hikz,, Hany bisa menelponnya. Beliaupun bilang tidak mengapa, insyaALLAH akan bersua di Makassar..:'(. Ternyata sudah pasti, InsyaALLAH hari rabu ini tanggal 6 Oktober 2010 beliau akan meninggalkan Madinah menuju Indonesia.


Sedetik di mata selamanya di jiwa. Begitu yang kurasakan kak. Sangat sedih yang kurasa harus berpisah secepat ini. Masa ta'aruf kita insyaALLAH tidak berakhir di sini. Akan ada cerita indah untuk kita.Menanti waktu..InsyaALLAH..
                                              
Ah,,sungguh..Engkau sudah menggoreskan sesuatu di hatiku, adikmu ini..bingungka' bagaimana harus kuungkapkan ka'.bercampu aduk mi rasanya.


Untuk kakakku tersayang..Amatullah Syukur
syukran atas semuanya. Afwan jiddan atas khilafku.InsyaALLAH ketemu di Makassar tahun depan. 


Inni Uhibbuki fillah,,jiddan,,jiddan ^_^


@Sakan, 23 syawal 1431 H
menulis dengan sembabnya pelupukku..

4 komentar:

  1. Insya Alloh..annti ketemunya sama kak amatullah, sama ana, kak fitri.. ga kbayang serunya..hhheee...cepat2 meki pulang kak,,hhee ^^

    akumuslimah

    BalasHapus
  2. Insya ALLAH ukh...mau skali ka ketemu sama kalian semua.. kopdar nah hehehe ^^

    BalasHapus
  3. haha, masya Allah... Haru biru membaca postingan ini kak...

    hemmm, gak nyangka yah cerita cinta bisa berawal dari dunia maya!

    Kpn Yah.. Kopi darat bareng semua akhwat .. heheh
    semangat kak nurul! Uhibbukifillah so much .,,

    BalasHapus
  4. Ka nurul,.. ganti rumah ya,..
    pantesan lhat coment vee ana ga bsa baca,..

    itulah indahnya ukhuwah,.. kadang sy rindu pada org yg tak pernah ku lihat,..
    alhamdulilah stelah di indo,.. bsa juga mendengar suara ka amma dg leluasa..
    krn waktu di madinah saat bliau menelpon ana terputus oleh pulsa :-)

    BalasHapus