Oktober 14, 2009

Tentang Cintanya ..

Aku tidak menunggu kepulangan dan janji-janji sore
Aku tidak menunggu kereta kan kembali membawa secercah harap

Kau tinggalkan aku mengarungi hari-hari dalam kebisuan derita
Kau lihatkah bahwa rinduku untuk syurga atau cinta kelangitan

Kau lihatkah bahwa janji itu untuk ALLAH
sudah tibakah saat pemenuhannya

Aku berlalu bagai perindu
Sebagai pemabuk yang cinta mendengarkan panggilan

Kau jumpaikah di sana para kekasih
apa warna pertemuan itu
dalam hijaunya syurga, dalam firdaus dan gemuruh karunia

Di negeri kebenaran kalian berkumpul
dalam damai dan perlindungan

Jika memang karena itu, selamat datang kematian tergilas darah
akankah aku menemuimu di sana, tinggalkan negeri derita

ya, kan kutemui kau di sana
Janji yang diyakini orang-orang jujur

kita dapatkan balasan, atas hari-hari yang kita lalui
dalam derita dan cobaan
kita kan dijaga dalam kebaikan
tanpa takut perpisahan dan kefanaan ..



Itulah tentang cintanya yang tertulis dalam syair ketulusan. Yang mengantarkan perginya sang kekasih hati. Syair cinta yang ditulis seorang wanita tegar,yang dalam dirinya mengalir sifat-sifat mujahid. Ialah Aminah Quthub, adik Sayid Quthub rahimahullah.

Betapa lama ia menunggu akan sebuah kebersamaan indah bersama sang suami, seorang Da'i Ikhwanul Muslimin. Sang suami termasuk dalam da'i yang ikut dipenjara saat rezim berkuasa di Negeri Para Anbiya.

Berpuluh-puluh tahun pun ia tetap menanti sang suami. Meskipun sempat terlepas dari penjara namun sang suami kerap ditahan lagi.

Suaminya pun tak tega melihat istrinya terus dalam kesendirian. Maka Ia memberikan kebebasan penuh untuk istrinya agar mencari kebahagiaan yang lain. Apakah yang dilakukan Aminah, saat suaminya berkata seperti itu. Apakah ia mengambil kesempatan dan lari meninggalkan suaminya?
Aminah Quthb tidak lah begitu. Meskipun pernyataan suaminya mengiris hatinya. Namun Ia tetap menunggu dan bersabar atas takdir Ilahi. Ia tetap bertahan hingga syahid pun menjemput sang suami. Dan tidak ada yang memisahkan antara aku dan dirinya kecuali kematian, tutur Aminah.

Sungguh keteguhan, kesabaran dan keikhlasan yang ditunjukkan seorang Aminah Quthb..
Subhanallah..dan tentang cintanya ia hanya bisa tuangkan lewat untaian indah, syair ketulusan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar