Maret 26, 2010

Met Hari Lahir Ayah


Duhai Ayah, dengarkan puisi cintaku yang tergores di tanah para nabi, yang jaraknya ribuan mil dari rumah surga keluarga kita. Apakabarta' ? Semoga ALLAH selalu melimpahkan kesehatan untuk ayah.

Ayah, sejenak ingin berpuisi untukmu di hari nan bahagia ini, meski hanya bait-bait sederhana.

Mungkin Ayah masih ingat. Begitupun denganku masih sangat basah ingatanku saat airmukamu bersimbah, terisak-isak.. Sungguh, kali pertama ku melihat peristiwa itu.Saat jiwa-jiwaku terlerai, saat pijakanku goyah, hingga aku tak mampu menatap wajah kesedihan mendalammu. Namun hangatnya kasih dan tuturmu, melegakan batinku

Ayahku, sungguh aku hanya ingin mengukir senyum di wajahmu yang kini penuh guratan, tapi penuh kekuatan, karena fisik dan jiwamu tak pernah lelah. Ayah, pernah ada hari-hari di mana kau tetap terjaga untukku. Itulah kasih sayangmu, yang selalu menenangkanku, tak akan ada habisnya.

Kini, sudah sangat senja usiamu, rasanya belum ada yang pantas kupersembahkan. Bakti ku pun belum menentramkanmu. Hari ini berkurang lagi jatah usiamu di dunia ini. Lautan doa selalu tertutur di dalam sujud panjangku, dalam setiap do'a-do'a malamku. Semoga keberkahan selalu menaungi sisa usiamu dan ridho ALLAH akan selalu menjagamu.

Airmata ini tak mampu lagi terbendung saat jemariku menuliskan untaian kata-kata untukmu. Entah kata-kata apa yang yang tepat untuk menyampaikan isi hatiku, anakmu.


ALLAHU RABBI, iman dan islam ada dalam dirinya, kuatkan dan istiqomahkan di hatinya. Karuniakan nikmat sehat untuknya.Jagalah ia, penuhilah hatinya dengan cinta hanya kepadaMU. Kumpulkanlah kami bersama di jannahMU.


Selamat Hari Lahir Ayahku tersayang, 25 Maret 2010
Qta' Ayah Number ONE in the World ^_^

-Madinah,10 Rabiul Tsani1431-

Maret 23, 2010

Seputih Awan Madinah

Seputih awan Madinah

Awan putih dari hari ke hari, kumenatap jauh di langit putihnya

Sejauh daya pandangku, semakin menatapnya. Makin jauh makin samar-samar

Hanya dentingan alarm satu-satu dan murottal di ujung pendengarannnya, mengisi kesunyian di kamar sejarah barunya

Sendiri, sendu dan pilu kembali menampar

Menunggu yang tak berkesudahan,memang nikmat

Namun lagi-lagi jiwa berkata semaunya jiwa

Ishbir..ishbir..ishbir...

Seputih awan Madinah

Setulus rasa ini dalam penantian



@1.24 pm, Sakan MMCH, Madinah
di kamar baruku yang kelak akan menjadi sejarah saat kutinggalkan nanti
sambil menatap layar " hati-hati yang berjatuhan di YM... "
Still Waiting ..



1st DUTY

First duty di Madinah Maternity and Children Hospital. Mereka menyebutnya Mustasyfa Al Madinah Annisaa wal wiladah wal athfal. Tidak jauh berbeda dengan RS ku yang dulu di Mekkah, Hanya saja RS yang sekarang adalah salah satu yang terbesar di Saudi Arabia. RS ini juga sebagai pusat pendidikan dan penelitian.

Kaki ini pun perlahan-lahan melangkah, step by step memasuki ruangan baru. Intermediate Minimal Care Unit (IMCU), PICU (Pediatric Intensive Care Unit). Degup jantung tak terelakkan, namun kali ini ia bisa diajak kompromi. Hingga akhirnya mengalir mengikuti irama khasnya. Alhamdulillah bisa beradaptasi dengan para staf perawat dan dokter. Jadi culture shock pun bisa diantisipasi.

Di ward ku ini ada 10 Bed, semua pasiennya critical ill.Beberapa menggunakan mesin napas atau ventilator, ada juga menggunakan trakeostomy. Semuanya masih anak-anak, usia 1 -4 tahun. Empati pun menghampiriku, rasa gak tega semakin menggelayuti. Hingga air mukaku sempat membasahi floor. Untung nda' ada yang liat hehee...

Berjuang, beramal ! Kata-kata ini yang harus terus ku azzamkan. Meresapinya hingga ke dalam diri, agar semuanyanya sinkron. Hati/jiwa, akal/fikir dan tindakan nyata. Manakala ada yang tidak sinkron karena hatinya "nyangkut" di suatu tempat, pasti kerjaan jadi nda beres..hehe.. Karena kadang sementara kerja ada saja terlintas, misalnya rindu pulang. Kalo dah begini, bisa sembab terus dipelupuk.

Hari ini, hari selasa off duty setelah 6 hari kerja. Alhamdulillah masih bisa mengupdate rumah pribadi, meski hanya sekedar curhatan. Kedepan mungkin akan jarang mengupdatemu, akan jarang juga merapihkanmu. Maafkan aku ya blogku. Akan sedikit yang tergores, mungkin tak akan ada lagi puisi-puisi yang tergubah, dan kamu pun akan semakin tak berwarna lagi..huhuhu... Tapi aku janji akan membawa segudang cerita cinta di Madinah. Aku akan menuliskannya untukmu..Insya ALLAH !


ALLAHU Rabbi jadikanlah semua ini sebagai ladang amalku, yang kelak menjadi penolongku di yaumul akhir nanti

ALLAHU Rabbi, sesungguhnya jalan ini berat, sangat berat menempuhnya dan harus berpisah dengan orang-orang terkasih, namun jangan pernah lemahkan aku dengan kelemahamku sendiri

ALLAHU Rabbi, tiada lain yang aku harapkan selain rahmatMu, ridhaMU. Semua semata-mata ingin mengharap cinta suciMU dan hal yang terindah adalah berkumpul bersama dengan orang-orang shaleh-ah menunggu perjumpaan denganMU


Sakan MMCH,Madinah 7 Rabiul Tsani 1431,

Maret 14, 2010

14 Maret 2010


Pernah tergores dari jemari ini tentang amnesia sejenak

Hanya tentangku yang ingin menghilangkan beberapa rekaman-rekaman di saraf pusatku

Saat di mana dinding-dinding hati rapuh dan hilang arahnya

Saat langkah kaki terhenti karena tiupan angin yang menggoyahkan pijakanku

Sejenak saja,
meregangkan semua kekakuan jiwa yang telah lama memendam pilu

Cukup sudah aku tertidur dalam kesemuan

Kini, telah tampak kilauannya yang dulu pernah terabaikan dengan mimpi sekejap

Kini ada pelangi di sana, yang akan setia tersenyum dikejauhan

yang akan selalu menanti dan menjaga



@140310, Sakan King Fahd Hospital Madinah