Januari 31, 2010

Goresan Malamku

Kian larut ia meninggalkan dentingan waktu
Berlalu dengan pemaknaan yang dalam
Beriringan dengan jatuhnya kucuran dari langit malam
Selalu ada kisah tertinggal di sana
Di pondok ujung jalan
Dengan kerentaan masih sanggup menahan di pelupuknya
Teriring lembar demi lembar surat cintaNYA
hanya untuknya,
Yang jiwanya sudah bersama Sang Penggenggam Jiwa


-Makassar di penghujung malam

Aku dan Kamu

Di sini aku tuliskan kembali kisah kita
Saat rinai menari,engkau tempatku memupuk hangat
Saat jiwa resah,engkau tempatku bersandar
Saat rindu meregang,engkau tempatku berbagi rasa
Di sini di tempat ini
Kebersamaan itu akan tetap dan selamanya ada
Meski jiwa sudah tak tergenggam


-Soppeng,30 Januari 2010-

Januari 29, 2010

Kenangan Bersama Nenek

Masih basah dalam ingatanku

Waktu ku berumur 3 tahun sampai aku SD

Selalu ada Engkau di sampingku

Tak pernah sedikitpun meninggalkan ku

Saat ku TK, nenek selalu mengantar jemput

Saat sesampai di rumah, nenek yang selalu masak dan menyiapkan makanan

Saat ku main di terik matahari, Engkau pun yang memanggilku pulang

Saat malam menjelang, Engkau yang mengajarkan aku mengaji

Tak heran semua orang berkata aku anakmu, lebih dari anak bunda

Nek, terakhir kita bertemu bulan November kemarin

Usiamu yang senja begitupun dengan ingatanmu akan cucu tersayang

Samar-samar Engkau mengeja namaku, namun begitu sulit

Ku membantu merecall agar Engkau senantiasa mengingatku

Ya,,Engkau berhasil mengingat kenangan kita di kota kalong ini

Nek, aku bersyukur bisa merawat mu saat senja ini

Membantu merawat luka-luka di bagian tubuhmu

Saat itu pun aku tak kuasa hingga butir-butir bening itu pun jatuh

Nenekku tersayang, betapa kagetnya aku saat mendapat kabar itu sesaat setelah Isya

ALLAH sangat mencintaimu nek

Tak dibiarkannya Engkau menderita dengan sakitmu itu

Aku sangat yakin, di sana ada Syurga menanti

Tempat peristirahatan abadi

InsyaALLAH, Yang Kuasa akan menghimpun kita di Jannahnya..

Aku mencintaimu nenek ...Sangaaaaatt


-Merindukan pelukan hangatmu, Nek T_T
29 Januari 2010
@ 3 AM Jakarta-Makassar-Soppeng

Simphony Dua Kebahagiaan


Langit sangat merekah di senja itu

semilir angin dan rinai bercumbu mesra

semuanya takjub akan ke Mahadasyatan segala kuasaMU

Pun dirinya, detak jantungnya berdegup kencang

mengikuti irama rinai-rinai yang semakin deras

tik..tik..tik...

ini bukan suara hujan, tapi alunan penanya

menanti sepucuk surat dari negeri para nabi

Raudhah telah menantinya

merajut kembali asa, cita dan cinta di sana

Masih di senja yang sama

tertampar angin-angin sore

Mencoba menguatkan jiwanya

menerawang kupu-kupu yang terbang bebas

menemukan pelengkap jiwanya

Hinggap di kuntum yang sedang merekah

Inikah simphony dua kebahagiaan ?

Tapi mengapa ada tangis ?

Ini tangis Kebahagiaan,di yakininya dalam hati




-Indahnya jika bahagia itu dirasakan olehmu juga,5 PM-