Kian larut ia meninggalkan dentingan waktu
Berlalu dengan pemaknaan yang dalam
Beriringan dengan jatuhnya kucuran dari langit malam
Selalu ada kisah tertinggal di sana
Di pondok ujung jalan
Dengan kerentaan masih sanggup menahan di pelupuknya
Teriring lembar demi lembar surat cintaNYA
hanya untuknya,
Yang jiwanya sudah bersama Sang Penggenggam Jiwa
-Makassar di penghujung malam
“Tiada kebahagiaan dan kelezatan sempurna bagi hati selain kecintaan kepada Allah dan upaya mendekatkan diri kepada-Nya dengan hal-hal yang dicintai-Nya. sementara cinta tidak akan ada kecuali dengan berpaling dari semua kecintaan kepada selain-Nya" (IBNU TAIMIYAH)
Januari 31, 2010
Aku dan Kamu
Di sini aku tuliskan kembali kisah kita
Saat rinai menari,engkau tempatku memupuk hangat
Saat jiwa resah,engkau tempatku bersandar
Saat rindu meregang,engkau tempatku berbagi rasa
Di sini di tempat ini
Kebersamaan itu akan tetap dan selamanya ada
Meski jiwa sudah tak tergenggam
-Soppeng,30 Januari 2010-
Saat rinai menari,engkau tempatku memupuk hangat
Saat jiwa resah,engkau tempatku bersandar
Saat rindu meregang,engkau tempatku berbagi rasa
Di sini di tempat ini
Kebersamaan itu akan tetap dan selamanya ada
Meski jiwa sudah tak tergenggam
-Soppeng,30 Januari 2010-
Januari 29, 2010
Kenangan Bersama Nenek
Masih basah dalam ingatanku
Waktu ku berumur 3 tahun sampai aku SD
Selalu ada Engkau di sampingku
Tak pernah sedikitpun meninggalkan ku
Saat ku TK, nenek selalu mengantar jemput
Saat sesampai di rumah, nenek yang selalu masak dan menyiapkan makanan
Saat ku main di terik matahari, Engkau pun yang memanggilku pulang
Saat malam menjelang, Engkau yang mengajarkan aku mengaji
Tak heran semua orang berkata aku anakmu, lebih dari anak bunda
Nek, terakhir kita bertemu bulan November kemarin
Usiamu yang senja begitupun dengan ingatanmu akan cucu tersayang
Samar-samar Engkau mengeja namaku, namun begitu sulit
Ku membantu merecall agar Engkau senantiasa mengingatku
Ya,,Engkau berhasil mengingat kenangan kita di kota kalong ini
Nek, aku bersyukur bisa merawat mu saat senja ini
Membantu merawat luka-luka di bagian tubuhmu
Saat itu pun aku tak kuasa hingga butir-butir bening itu pun jatuh
Nenekku tersayang, betapa kagetnya aku saat mendapat kabar itu sesaat setelah Isya
ALLAH sangat mencintaimu nek
Tak dibiarkannya Engkau menderita dengan sakitmu itu
Aku sangat yakin, di sana ada Syurga menanti
Tempat peristirahatan abadi
InsyaALLAH, Yang Kuasa akan menghimpun kita di Jannahnya..
Aku mencintaimu nenek ...Sangaaaaatt
Waktu ku berumur 3 tahun sampai aku SD
Selalu ada Engkau di sampingku
Tak pernah sedikitpun meninggalkan ku
Saat ku TK, nenek selalu mengantar jemput
Saat sesampai di rumah, nenek yang selalu masak dan menyiapkan makanan
Saat ku main di terik matahari, Engkau pun yang memanggilku pulang
Saat malam menjelang, Engkau yang mengajarkan aku mengaji
Tak heran semua orang berkata aku anakmu, lebih dari anak bunda
Nek, terakhir kita bertemu bulan November kemarin
Usiamu yang senja begitupun dengan ingatanmu akan cucu tersayang
Samar-samar Engkau mengeja namaku, namun begitu sulit
Ku membantu merecall agar Engkau senantiasa mengingatku
Ya,,Engkau berhasil mengingat kenangan kita di kota kalong ini
Nek, aku bersyukur bisa merawat mu saat senja ini
Membantu merawat luka-luka di bagian tubuhmu
Saat itu pun aku tak kuasa hingga butir-butir bening itu pun jatuh
Nenekku tersayang, betapa kagetnya aku saat mendapat kabar itu sesaat setelah Isya
ALLAH sangat mencintaimu nek
Tak dibiarkannya Engkau menderita dengan sakitmu itu
Aku sangat yakin, di sana ada Syurga menanti
Tempat peristirahatan abadi
InsyaALLAH, Yang Kuasa akan menghimpun kita di Jannahnya..
Aku mencintaimu nenek ...Sangaaaaatt
-Merindukan pelukan hangatmu, Nek T_T
29 Januari 2010
@ 3 AM Jakarta-Makassar-Soppeng
29 Januari 2010
@ 3 AM Jakarta-Makassar-Soppeng
Simphony Dua Kebahagiaan

Langit sangat merekah di senja itu
semilir angin dan rinai bercumbu mesra
semuanya takjub akan ke Mahadasyatan segala kuasaMU
Pun dirinya, detak jantungnya berdegup kencang
mengikuti irama rinai-rinai yang semakin deras
tik..tik..tik...
ini bukan suara hujan, tapi alunan penanya
menanti sepucuk surat dari negeri para nabi
Raudhah telah menantinya
merajut kembali asa, cita dan cinta di sana
Masih di senja yang sama
tertampar angin-angin sore
Mencoba menguatkan jiwanya
menerawang kupu-kupu yang terbang bebas
menemukan pelengkap jiwanya
Hinggap di kuntum yang sedang merekah
Inikah simphony dua kebahagiaan ?
Tapi mengapa ada tangis ?
Ini tangis Kebahagiaan,di yakininya dalam hati
semilir angin dan rinai bercumbu mesra
semuanya takjub akan ke Mahadasyatan segala kuasaMU
Pun dirinya, detak jantungnya berdegup kencang
mengikuti irama rinai-rinai yang semakin deras
tik..tik..tik...
ini bukan suara hujan, tapi alunan penanya
menanti sepucuk surat dari negeri para nabi
Raudhah telah menantinya
merajut kembali asa, cita dan cinta di sana
Masih di senja yang sama
tertampar angin-angin sore
Mencoba menguatkan jiwanya
menerawang kupu-kupu yang terbang bebas
menemukan pelengkap jiwanya
Hinggap di kuntum yang sedang merekah
Inikah simphony dua kebahagiaan ?
Tapi mengapa ada tangis ?
Ini tangis Kebahagiaan,di yakininya dalam hati
-Indahnya jika bahagia itu dirasakan olehmu juga,5 PM-
Langganan:
Komentar (Atom)