Juli 06, 2009

Bila Aku Jatuh Cinta

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau


Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh


Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu


Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu


Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu


Juli 04, 2009

Kita......Aku dan Kamu




Jiwa serasa membuncah, pikiran mengharu biru saat dirimu hadir tanpa sengaja. Inilah sang takdir. Maha suci Sang Maha Kuasa, mempertemukan kita. Awal pertemuan yang menurutku biasa, sangat biasa malah, namun terpercik sesuatu yang lain yang tidak kusadari saat itu. Jarak yang sangat jauh..yah..antar benua antara aku dan kamu. Ku bisa melihatmu bahkan mengenalmu hanya melalui untaian kalimat-kalimat penggugah darimu. Semangatku serasa bangkit lagi ketika membaca untaian kalimat demi kalimat itu. Suasana hatiku yang labil perlahan-lahan terisi oleh mu.


Ku berpikir ini hanyalah perasaan biasa saja. Kuyakin dirimu pun merasakan demikian. Tugas-tugas mulia yang sedang kita jalani masing-masing telah mendominasi hati dan jiwa kita, hingga tak menyisakan satu pun ruang kosong untuk mempertautkan hati-hati kita.
Engkau pun perlahan-lahan menghilang sementara aku tetap di sini menjalani hari-hari dengan semangat yang telah kau kobarkan untukku..


Berbulan-bulan lamanya aku tak pernah mengingatmu lagi. Secara fisik pun aku tak tahu rupamu. Tidak masalah untuk ku, karena itu bukanlah tujuan dari ukhuwah yang kurasakan ini. Hingga suatu waktu engkau tiba-tiba hadir. Rasa syukur kupanjatkan penuh kepadaNYA. Kuniatkan ingin mengenalmu lebih lagi wahai saudaraku. Ada rasa bangga, rasa cinta dalam hatiku. Pertemuan jiwa yang sekarang sangat berbeda kurasakan saat pertama kali aku mengenalmu. Rasa canggungpun terasa sekali antara kita, hingga akhirnya kita dapat membuka suasana baru. Banyak hal yang menarik kudapat darimu. Sosokmu yang ingin terus bergerak untuk ummat telah mengobarkan kembali semangatku. Entahlah, apakah engkau juga merasakan sama. Hanya hatimulah yang mengetahui. Ku berharap semoga ada diriku dalam satu ruang hatimu. Yang semata-mata selalu kuyakini, engkau memberikan hatimu tanpa ada niat lain yang mengotorinya secara murni karena Allah. Indahnya ukhuwah kita semakin kurasakan. Kuberazzam ingin menjaga ukhuwah yang penuh cinta dariNYA ini. Begitu manis, begitu indah..


Namun kuusadari kini saatnya kita terpisah. Aku akan meninggalkanmu dan engkaupun akan meninggalkanku. Kita mempunyai misi yang berbeda namun ini adalah misi suci nan mulia dari Allah. Hatiku berkecamuk, rasa haru tak terbendung saat kusampaikan misiku padamu. Engkau tentulah tidak bisa melihat birunya hatiku sekarang.
Ku bertanya pada Allah, " Yaa Rabb mengapa pertemuan kami begitu singkat, mengapa baru sekarang ku menemukan dirinya. " Ya Rabb jangan kotori niat tulusku untuk menempatkannya khusus di hatiku.... ukhuwah kita telah berbuah manis. Engkau telah menggoreskan catatan tersendiri di lembar hatiku. Namun inilah takdir ilahi. Aku dan kamu menyakini kita pasti akan bertemu, meskipun bukan di bumi Allah. Insya Allah di surgaNYA kelak. Ku tak akan absen untuk menyebut namamu dalam setiap ibadahku, dalam setiap doa rabithohku. Engkau pun berjanji akan selalu mendoakanku dalam setiap sujudmu. Saudaraku yakinilah hati kita telah lama menyatu dalam tali kisah persahabatan Ilahi. Hapus air mata walau kita kan terpisah.


Selamat jalan saudaraku...
tetaplah kobarkan semangatmu..
tetaplah berjuang..
Berdoalah pada Allah agar mempertemukan kita kembali...ku yakin Insya Allah !
Uhibbukafillah...

Juli 02, 2009

Kepada Para Pejuang Kebenaran & Keadilan

Entahlah... Apa yang membuat saya menuliskan kembali salah satu artikel yang pernah saya tulis di majalah we care (majalah mahasiswa FIK UI).berpikir dalam hati, apakah masih pantas untuk menuliskan kembali tentang perjuangan pemuda/mahasiswa. Secara sudah 4 tahun berlalu. Saat itu gelora terus membuncah untuk terus bergerak, bukan karena diamanahkan sebagai Kepala Departemen Sosial Politik Senat Mahasiswa FIK UI, tetapi karena keharusan dan hati nuranilah yang berbicara saat itu. Semoga tulisan ini bisa membangkitkan kembali semangat perjuangan itu terutama perjuangan untuk menegakkan Al Islam. Sekaligus mengenang masa-masa mahasiswa di kampus tercinta.

" Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa datang. Masa depan terletak di tangan pemuda "


Ungkapan di atas memiliki makna yang sangat dalam. Baik buruknya suatu bangsa di masa datang, hancur leburnya dan jaya tidaknya suatu bangsa adalah tergantung dari corak pemuda saat ini. Oleh karena itu pemuda dengan bekal pemikiran strategisnya harus selalu menjadi motor kebangkitan suatu bangsa.

Gerakan pemuda atau kerap disebut gerakan mahasiswa merupakan gerakan yang diakui dunia dan telah tercatat dalam sejarah. Karena gerakan ini telah membawa perubahan pada suatu bangsa dan negara. Yang tak pernah hilang dari ingatan kita adalah pergerakan pemuda yang dipelopori oleh Budi Utomo pada tahun 1908. Dimana membangkitkan jiwa yang mencita-citakan kemerdekaan bangsa Indonesia yang kemudian melahirkan suatu gerakan kebangkitan nasional. Sejarah bangsa ini mencatat kembali bersatunya para pemuda yang berlatar belakang etnis, budaya, daerah dan agama yang berbeda dalam sutu tekad pemuda. Yang kemudian dikenal dengan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.


Dari dulu sejak pergerakan tersebut digulirkan hingga saat ini, pergerakan pemuda tidak pernah berubah. Gerakannya berbasis idealisme, moral, intelektual, mengedepankan kepekaan sosial, keberanian, dan pengorbanan. Basis gerakan tersebut adalah modal pergerakan. Dengan idealisme pemuda harus mengatakan tidak kepada ketidakadilan dan penindasan. Terlebih jika hal tersebut ditujukan untuk rakyat. Dengan idealisme itu mereka harus membuktikan bahwa gerakan haruslah bersandar pada gerakan moral dalam menumbangkan suatu pemerintahan yang rezim dan korup. Melalui kecerdasan intelektual, pemuda merupakan harapan rakyat untuk menunjukkan bahwa segala macam pembodohan yang didisain rapi tidaklah berlaku di negara ini khususnya yang dilakukan melalui budaya jahiliah, materialisme maupun yang dilakukan pemerintah hingga memutarbalikkan pemikiran rakyat. Dengan sikap kepekaan sosialnya, pemuda harus menunjukkan pergerakan yang dilakukan mengedepankan kepentingan rakyat karena mereka juga bagian dari masyarakat.

Keberanian dan pengorbanan bukanlah hal yang sia-sia tapi merupakan ruh pergerakan dan pengorbanan yang akan menjadi modal di masa datang. Mereka adalah pewaris peradaban yang menggoreskan catatan kebanggaan pada setiap lembar sejarah manusia.

Dalam sebuah risalah pergerakan yang ditulis Imam Syahid Hasan Al Banna " Pemuda yang tumbuh dalam suasana bangsa yang keras dan bergerak akan bejuang semampunya untuk mengembalikan hak yang dirampas, tanah air yang terjajah, kebebasan, kemuliaan, serta nilai-nilai agung yang hilang. Saat itulah kewajiban mendasar para pemuda untuk berbuat lebih banyak dari pada berbuat untuk dirinya sendiri..."



GREATEST MOMENT


Mencoba merecall kembali the awesome moment, fantastic experience.....Wonderful journey had done.There's no things to do except always thanks to Allah,The Greatest,The most Merciful...
15 June 2008,i left Indonesia..and Welcome to holy city..
Meccah al Mukarramah, the city which always blessed by Him..'Laa uqsimu bihaadzal balad,Wa anta hillum bihaadzal balad'..I swear by this city(mekkah), and you are free (from sin,and to punish the enemies of islam on the day of the conquest in this city (Mekkah).....


And the story begun...............
Banyak kekhawatiran saat diri ini memutuskan untuk berangkat ke Saudi. Hal yg paling mendasar adalah bagaimana beradaptasi dgn orang asing, sedangkan bahasa arab saja nihil.hanya mengandalkan bahasa Inggris..Dan tentunya sangat beraaaaaatttt meninggalkan keluarga (berapa kilo ya?! hee)

Yap,apa yg dikhawatirkan terjadi juga,
"CULTURE SHOCK !".mulai dari cuaca yg sangat terik, sampai membuat kulit kering dan bersisik..ooh no... :(. Belum lagi dengan makanan khas yg terasa hambar,tidak asin,tidak manis,pokoknya kurang cocok dgn lidahku yg suka rasa gurih.ehmhm....sangat merindukan makanan Indonesia tentunya.Tapi alhamdulillah bawa perbekalan indomie,abon,kecap ABC dan sambel indofood.trus temen jg bawa sambel goreng..yummy... Beginilah rasanya jadi expatriat, kebersamaan jadi yang utama.

Alhamdulillah.Makanan di Mekkah semua disuplai dari Ministri of Health,KSA.Jadi gak ada tuh yg namanya masyarakat Saudi dan kami warga Asing yg kelaparan, karean makanan sangat berlebih...jadi teringat kisah amirul mukminin Umar bin Khattab, ra. yg rela memanggul makanan untuk rakyatnya.

Selanjutnya masalah bahasa..benar-benar blank bahasa Arab. Dan mereka,masyarakatnya memakai bahasa Arab 'pasar', beda banget dgn kaidah bahasa arab yg dibuku2.Alhasil pakai bahasa Tarzan deh hehe..
Misalnya kalau tanya nama dalam kaidah yang benar adalah
"Masmuka?" (Yang ngerti bahasa Arab tolong di koreksi :) ). Nah kalo bahasa pasarnya "isy ismuk/mik?".
Kejadian deh..... Suatu waktu berkenalan dengan Bangladesh atau Bangali. Saya menggunakan kata
'Masmuki?'.
Tapi ternyata dia tidak mengerti. Setelah saya bilang 'Name', barulah ia menjawab namanya.Dia bilang kalau mau tanya nama pakai
'isy ismik?'..
Adalagi kejadian lucu, saat kami di asrama RS King Abdul Aziz. Saat itu ada teman yang terkunci di kamar mandi. Sepertinya engselnya bermasalah. Kami yang saat itu di dalam kamar tidak mendengar teriakan teman di kamar mandi. Lalu
Matron (sebutan untuk ibu asrama) mengetuk pintu kamar kami dan lagi-lagi memakai bahasa Arab yang membuat kami bingung. Matron bilang "musykillah fii hammam..."
Kami bingung dan saling menginterpretasikan beda-beda. Ada teman yang nyeletuk."Ooo kita disuruh kumpul di mushollah" . Karena percaya kata teman ya udah deh kami langsung memakai jilbab dan menuju musholla.Duh malu banget. Matron tiba-tiba menarik salah satu tangan teman saya dan menuju kamar mandi. Sontak semua tertawa..ternyata teman mengira kata musykillah itu musholla.Secara beda banget kan..hehehe.

Selama 3 minggu di Asrama RS King Abdul Aziz banyak sekali hal yang hinggap di hatiku. Sangat berkesan saat kami mengikuti program rutin asrama yaitu kegiatan tasmi dan tahsin quran.

Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar. Dalam hati mengucap syukur akhirnya bisa melanjutkan hafalan quran di sini. Pengajarnya ummahat,orang Saudi. Namanya sister Aisyah.wajahnya sangat meneduhkan, sangat baik sama kami orang Indonesia. Yang tak kami sangka ternyata ibu asrama calon hafidzoh, Beliau warga negara Mesir.Kami menanggilnya Ummi.Subhanallah. Kesehariannya diisi dengan mendengar murottal dan membaca Quran.Dari pagi sampai ketemu pagi lagi.Jadi kami pun di sini semakin termotivasi mengejar target hafalan quran.


thus..Pengalaman sangat menakjubkan saat pertamakalinya kakiku menginjakkan Masjidil Haram.
Bismillahirrahmanirrahim.... Allohumma antas-salaam wa-minkassalaam Fahayyinaa Robbanaa bis-salaam wa adhkhilnal jannata daarussalaam, tabaarakta 'alaaita yaa dzaljalaali wal ikram....

Begitu melihat Baitullah, Subhanallah....saya pun berdoa " Ya Allah tambahkanlah kemuliaan, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada baitullah ini, dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan, menghormati dan mengagungkannya di antara mereka yang berhaji atau yang berumroh".
Ternyata Ka'bah tinggi sekali, begitu megahnya. Sementara kita hanyalah manusia kecil di hadapan Allah SWT. Tak henti-hentinya selalu bersyukur padaNya atas segala nikmat indah ini. Tiap minggu bisa menunaikan tawaf dan umroh.. " Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan......"

This Story continue......
Pengalaman di tempat kerja tepatnya di Maternity and Children Hospital, Weeladah tak kalah serunya. Menempati Ruang Nursery, bahasa Arabnya Hadhanah, bahasa Indonesianya perinatologi alias ruang bayi. Merawat bayi sehat dan bayi sakit yang baru saja dilahirkan.

Subhanallah..Bayi-bayi orang Saudi ternyata cantik-cantik, cakep-cakep, bersih, putih, dan menggemaskan tentunya. Namun kasus yang paling sering terjadi adalah masalah genetik, seperti
ambigous genitalia (jenis kelamin bayinya tidak bisa diidentifikasi karena ada dua alat kelaminnya), down syndrom (wajah sang bayi seperti orang Mongolia, terlihat dewasa dari usianya), maupun kasus cacat bawaan.

Saya menempati ruangan ICU-NICU ( Neonatal Intansive Care Unit). Disini bayi-bayi lazim memakai alat bantu nafas yaitu mesin ventilator. Hati pun bergejolak, tidak tega melihat bayi menangis karena harus diintubasi (pemasangan ETT : Endo Tracheal Tube). Alat ini yang nantinya disambungkan ke mesin ventilator. Setiap hari kondisi ruangan hampir dikatakan
marraa busy, hectic, crowded,dancing alatuul. Maklum karena ini ruangan intensif dan semua tim medis (dokter dan perawat) harus selalu siaga.

Saya pernah merawat bayi dengan berat 500 grams only. Too small, shah? very cute.. Bayi seperti ini membutuhkan ventilator, karena paru-parunya belum sempurna dan collaps. Observasi ketat hal yang wajib ! Infus sampai bertingkat-tingkat ( pakai alat syringe pump). Kasian dia harus berjuang untuk kesembuhannya, namun takdir berkata lain. Bayi ini hanya berusia 5 hari......


Finally..Semuanya sangat berkesan dan tersimpan rapih di hatiku........


Setahun di Mekkah terasa singkat. Ingin rasanya lebih lama lagi bahkan kalau bisa menetap. Sedih saat meninggalkan kota Suci. Hari terakhir, saya pun melakukan tawaf wada. Salam perpisahan kepada Baitullah..
Wahai Tuhanku yang Maha Kuasa Mengembalikan, kembalikanlah aku ke ka'bah ini dan berilah aku rizqi untuk mengulanginya berkali-kali....
Insya Allah tekad untuk kembali sangat besar dan target berikutnya adalah Madinah...
Wait me there, and i'll come Madinah..