Senjaku..
Ku berdiri di sini.Tepat di sini. Yang kata orang-orang tempat ini adalah "meeting point". Ya, aku di sini. Di Menara jam Madinah, di depan Masjid Nabawy. Mengelilinginya, menatap langit dengan kemilaunya
“Tiada kebahagiaan dan kelezatan sempurna bagi hati selain kecintaan kepada Allah dan upaya mendekatkan diri kepada-Nya dengan hal-hal yang dicintai-Nya. sementara cinta tidak akan ada kecuali dengan berpaling dari semua kecintaan kepada selain-Nya" (IBNU TAIMIYAH)
Februari 28, 2011
Februari 26, 2011
Februari 23, 2011
YA ALLAH ...
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ،
وَذَهَابَ هَمِّيْ
Februari 19, 2011
Kami dan Madinah
Ada cerita tentang kami di sini. Saat samudera hati berteriak,inilah Madinah. Saat sorot mata yang menyimpan rindu mencari-cari kemana arah angin sejuk meniup jejak-jejak yang tertapaki. Kala itu, diepisode winter Madinah
Ada kisah kami di satu hari yang penuh berkah, di salah satu sudut kota Nabawy. Di bawah langit biru dan senandung suci jadi pengiringnya. Dalam keramaian insan, kami diam tergugu,hampir-hampir bulir terjatuh.
Ada kisah kami di satu hari yang penuh berkah, di salah satu sudut kota Nabawy. Di bawah langit biru dan senandung suci jadi pengiringnya. Dalam keramaian insan, kami diam tergugu,hampir-hampir bulir terjatuh.
Langganan:
Komentar (Atom)