Desember 27, 2009

Yang Tertinggal


Pekat sudah di heningnya malam
Enggan terpejam dan berkompromi
Impuls-impuls syaraf menghentikan aksinya
Dalam hantaran terpejam sesaat

Reflex..
Tertuju pada bait-bait indah tanpa nama
Termangu akan untaian yang berhamburan
Mengeja satu-satu layaknya anak kecil yang belajar membaca
Diulang dan diulang lagi
Hingga jiwa mendefinisikannya
Lewat butir beningnya

Kian larut kian tak beranjak
Walau alarm syaraf telah berdenting
Semakin jauh di kedalaman samudera kata
Hingga terjatuh dalam pelukan barisan 'syahadah paling sempurna'
Dalam serpihan puisi yang tertinggal....


16112009 10.24 PM

Desember 20, 2009

SMS Tausyiah

Jam menunjukkan pukul 21.30 WIB.Tiba-tiba selulerku mengalunkan nadanya." 1 New Message"

Subhanallah ! SMS Tausyiah.Dari seorang saudara yang nomernya belum tersave di phonebook ku.

Begini isi SMS nya ,

Cukuplah ALLAH bagi kita,untuk agama kita
Cukuplah ALLAH bagi kita,untuk dunia kita
Cukuplah ALLAH bagi kita,untuk segala yang kita butuhkan
Cukuplah ALLAH bagi kita,untuk menghadapi orang-orang yang berbuat keburukan kepada kita
Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan ALLAH


Subhanallah..Walhamdulillah,,SMS mu datang TEPAT WAKTU ! Disaat diri sedang sakit tak berdaya,disaat diri sedang kalut dan tak bersemangat..

Sungguh benar perkataan Rasulullah SAW :
" Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagai mana ia mencintai dirinya sendiri "


Jazakillah khair Ukhty ku..
UHIBBUKI FILLAH !


@kutulis agar jadi penguatanku
Syukran SMS ta' Ukhty Fitriani,semoga ALLAH selalu menguatkan ikatan hati kita..Aamiin..

Desember 19, 2009

One More,, about LOVE


Again,, about love, about feeling, about a longing. A pure love. And I will never stop to write this theme. This will bring you and me become more mature to understand what ALLAH's want to us as servant. A proverb say like this "Beside a Great Man there is Great Women. They're a woman, a great woman. As ALLAH said from the Qur'an :

" Veryly,the muslims (those who submit to ALLAH in Islam) men and women, the believers men and women (who believe in Islamic Monotheism), the men and the women who are obedient (to ALLAH), the men and women who are truthful (in their speech and deeds), the men and women who are patient ( in performing all the duties which ALLAH has ordered and in abstaining from all that ALLAH forbidden), the men and women who are humble (before their Lord - ALLAH), the men and women who give Sadaqat (i.e Zakat and alms), the men and women who observe Saum (Fast) ( the obligatory fasting during the month of Ramadhan , and the optional Nawafil Fasting), the men and women who guard their chastity from illegal sexual acts), and the men and women who remember ALLAH much with their hearts and tongues, ALLAH has prepared fot them forgiveness and great reward (paradise)
(QS Al Ahzab:35)

Subhanallah.. So,,my self don't you worry, a great reward in hand from ALLAH as long as ..................
In past decade, we can see the founding fathers. They're so stong phisically and mentally. Because they had a great support from their families. Their wife include the children. Togetherness between husband and wife who love each other,strengthen each other when ones was far. Some of our founding father was Muhammad Natsir. He was't only hero for us but also for his family. He was a da'i, an islamic fighter. I had read a romantic letter written by him for his beloved wife. Really much Inspiration we can learn. A great power and reflect a purity of the soul. Take a look ( i write in Bahasa version, in order not to change the meaning ^_^...)


" Pendis ( Sekolah pendidikan Islam yang didirikan M. Natsir) seringkali menghadapi kesulitan-kesulitan pahit. Ummie ada mempunyai satu gelang emas (bukan pembelian aba, sudah dipunyai ummie sebelum ummie berjuang bersama-sama dalam pendis. Aba, sampai saat ini belum pernah dapat membelikan sepotong barang perhiasan untuk ummie). Maka gelang emas ummie yang satu itu mempunyai riwayat. Kalau pendis dalam kesulitan maka gelang ummie berpindah tempat dari tangan ummie ke lemari pak Gade (pegadaian). kalau agak senggang sedikit ditebus kembali..."

Masya ALLAH.. Heroic, romantic, sincere..Full of love and sacrifice. I became speecless :)

Thus, Rasulullah SAW also had an honest expression about his truly love Khadijah,Ra.

" She was faithful to me when all the people denied,approved when all the people denounced as a lie, gave all her wealth when all the people rejected. ALLAH gave children from her when the other women didn't" (HR. Ahmad)

Down, the other love letter from Natsir to his wife. Again..give us more spirit and a longing to become like him. A letter which written on July 17, 1958 for Nur Nahar, his wife.

" Ummie, Lies, Ida, Has, Abi, Auzie. Hari ini tanggal 17 Juli 1958. Jadi Aba sudah genap bermur 50 tahun. Oleh karena pada hari ulang tahun ini Aba kebetulan dalam tourne dan tidak dapat duduk bersama-sama di rumah bersama-sama ummie dan anak-anak Aba semuanya.Anak-anak yang tercinta,Tak dapat Aba melukiskan bagaimana besarnya rasa syukur Aba kepada Allah Swt. Dan rasa terimakasih Aba kepada Ummie atas kebahagiaan hidup yang Aba telah rasakan selama separoh umur Aba itu yang timbul dari kesatuan jiwa dari kami berdua..."

A letter, written with a simple words. But in every word contained a special soul. He is Muhammad Natsir,his romance of life with a great family.

Not different from Natsir, the other fighter also had a same letter. Love letter, for his beloved wife. This letter written by KH. Agus Salim, the Grand Old Man, to Zaitun Nahar, his beloved wife. Written on June 17, 1947 when He was in Egypt

" Maatje sayang..!
Surat pendek ini hendak saya tumpangkan kepada Abdurrachman Baswedan yang besok pagi terbang pulang ke Indonesia, mudah-mudahan selamat dan cepat sampainya.Sangat sibuk kami bekerja disini...Awak hidup senang, serba cukup, di rumah entah bagaimana hidup anak dan bini. Rindu hati tidak dapat dikatakan di negeri orang ini. Rindu kanda lebih-lebih terasa, sebab tak ada membawa potret satu pun jua dari rumah. Kalau memikirkan Mansur Ciddiq sedih hati kanda, karena anak itu tak ada kawan dan barangkali berkecil hati kepada papanya yang datang-datang hilang.Lebih-lebih yang membimbangkan hati kanda dan kawan-kawan di sini, dari pemerintah Republik dari kementrian luar negeri, bung Sjahrir sedikitpun tidak mendapat kabar, surat. Jika Bung Sjahrir ada di Jakarta, tolonglah adinda perlukan pergi menemuinya.

Kanda,
Agus Salim


Like that, the Grand Old Man reflected his love to his wife. As a spirit, Our prophet also said:

" However good you were the best who had an intimate relation ship with his wife. And I was the best man among you who had an intimate relation ship with my wifes (HR.Tirmidzi)

Again check also this one, really romantic letter from Bung Tomo to his wife, Suliestina. He wrote when he was still in Nirbaya Jail. He was 58 years old at that time. In that letter he wrote a a poem that praise a beauty of his wife. take a look ...

Ini Hari Kartini, Dik!

Terbayang wajahmu nan cantik

Penaku kini henti sedetik

Terlintas semua jasamu

Sejak kita bertemu

Other love letter ..

” Jeng Lies aku cinta padamu. nanti kalau perang sudah usai. Dan…Kita akan membuat Mahligai.”

“Tak terlalu tinggi cita-citaku. Impianku kita punya rumah di atas gunung. Jauuuh dari keramaian. Rumah yang sederhana seperti pondok. Hawanya bersih, sejuk & pemandangannya Indah. Kau tanam bunga-bunga dan kita menanam sayur sendiri. aku kumpulkan muda-mudi kudidik mereka menjadi patriot bangsa,”


Masya ALLAH..really completely crushed my heart. Very deep that love. A love like these can make jeouleos the fairy in paradise ^ ^

The stories from the wonderful person always give us a slice of learning. A longing expression ,a passionate expresively. Sometimes they were expressed that feeling after finished duty or they were took a while time in the duty time like KH Agus Salim or others. Feeling so far..Really far away from beloved but a longing bring the soul close.

Sometime that feeling-a longing- is rage in a life. Need a great management of a longing is one of the keypoint. I copied the words from Abdullah Bin Thahrir, a governor of Khurasan. He ever told to his children.

" Be in Love my children in order you can felt a beauty, and kept your honor in order you became highly regarded "

Such is the love letter from the the fighter.Not only a part of history. But also there is a power of love. And it is never diseappeared by time. Forever will be reminded.

Last but not least..a nice poem from Sapardi Djoko Damono..

Akulah si telaga
Akulah si telaga;berlayarlah di atasnya
Berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan
Bunga-bunga padma;
Berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya
sesampai di seberang sana; tinggalkanlah
begitu saja perahumu
biarkan aku menjaga


and.. Who is " Sang Telaga " who will ready to give and keep your love boat ????


Wallahu a'lam

Referensi surat-surat cinta para pejuang : www.wikimu.com


Untuk my beloved friends Selamat datang di Universitas Kehidupan, kampus perjuangan penuh kesabaran ^_^
2 Muharram 1431

Desember 17, 2009

Muhasabah Akhir Tahun


Marilah kita sejenak menundukkan pandangan kita ke bawah, ke tanah di mana kita berasal dan kesana pula akhir hidup kita. Mari kita luangkan waktu sedikit saja untuk merenungi diri, bertafakur, muhasabah dan mengevaluasi diri kita. Sebelum Allah Yang Maha cermat perhitungan-Nya menghisab kita di yaumul akhir.

((حَاسِبُوا أنْفُسَكُمْ قَبْلَ أنْ تُحَاسَبُوا ، وَزِنُوا أنْفُسَكُمْ قَبْلَ أنْ تُوزَنُوا ، فَإِنَّهُ أهْوَنُ عَلَيكُمْ فِي الحِسَابِ غَدًا أنْ تُحَاسِبُوا أنْفُسَكُمُ اليَوْمَ وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأكْبَرِ))

"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang, karena sungguh mudah hisab dihari kiamat bagi orang yang melakukan hisab di dunia. Maka berhias dirilah dengan amal sholeh untuk sebuah perhelatan akbar pada hari kiamat."

Kita tidak tahu, kapan Allah menghisab setiap lembar kehidupan kita. Bahkan kita tidak tahu kapan detak jantung kita berhenti. Setahun lagi, sebulan lagi, sejam lagi, atau mungkin setelah kita membaca catatan ini. Tidak ada yang tahu, bahkan bisa jadi kita sudah tidak dapat berdiri dari tempat duduk kita sendiri. Kebaikan apa yang kita andalkan dan akan kita bawa sebagai bekal perjalanan keabadian menuju negeri akhirat yang panjang dan berliku.

[يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ]

"Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al Hasyr: 18)


[وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ]

"Dan tidak seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya esok. Dan tidakseorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengatahui lagi Maha Mengenal." (QS. Lukman : 34)

Sangat banyak nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita, yang ternyata tidak berbanding lurus dengan kesyukuran dan ketaatan kita kepada-Nya. Entah mengapa karunia dan nikmat yang banyak itu, justru jatuh kepada kita yang kini sedang bermunajat dan bertafakur ini. Padahal andai kita berani jujur. Apalah kelebihan kita? Apalah keunggulan kita dibanding yang lain. Cobalah tengok diri kita ini. Kita hanyalah seonggok daging berbalut tulang yang terus membungkus aib dan maksiat dari hari ke hari yang kita jalani. Seandainya dosa dan maksiat yang kita lakukan, menimbulkan bau busuk, maka sungguh tak seorang yang ingin duduk dan bergaul dengan kita, dan sungguh bumi tempat berpijak kita ini akan dipenuhi dengan berbagai macam bau busuk maksiat.


Tahukah kita bahwa pada hari kiamat nanti, mulut kita akan bungkam membisu, satu huruf pembelaan pun tak kuasa kita lontarkan, karena mulut kita ditutup rapat oleh Allah. Segala anggota tubuh kita akan dimintai pertanggung jawaban secara langsung oleh Allah. Tangan kita akan membuka kedok maksiat yang pernah kita lakukan semasa di dunia. Kaki akan menjadi saksi terhadap setiap langkah-langkah yang pernah kita ayunkan menuju tempat maksiat. Mata dan telinga, juga akan menjerat kita dengan persaksian yang sangat cermat tentang segala maksiat yang pernah kita lihat dan dengar. Bahkan pikiran-pikiran kotor yang sering menari-nari dalam benak kita dan hayalan yang merasuki hati kita pun diketahui dan diawasi dengan cermat oleh Allah.

[الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ]

"Pada hari kiamat ini Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan". (QS. Yasin: 65)

[حَتَّى إِذَا مَا جَاؤُوهَا شَهِدَ عَلَيهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ - وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدتُّمْ عَلَينَا قَالُوا أَنطَقَنَا اللهُ الَّذِي أَنطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيهِ تُرْجَعُونَ]

"Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka akan berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kami menjadi saksi terhadap kami?" Maka kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu kembali.” (QS. Fushshilat: 20-21)

Tidak heran bila bencana demi bencana yang menimpa kita. Muskyilah atau problem yang menyeruduk kita tidak lain adalah karena ulah tangan kita sendiri. Jangan jadikan diri kita sebagai bahan bakar api neraka, karena kita tidak syukur nikmat. Percikan api dunia saja kita tidak sanggup menghadapinya, apa lagi menghadapi api jahanam yang sebanding dengan 70 api di dunia. Gunakanlah segala nikmat Allah berupa anggota tubuh yang lengkap sesuai dengan fungsinya yang diperintahkan.

Ingat firman Allah:


[وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ]

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak di pergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak di pergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai". (QS. Al A’raf: 179)

Dalam masalah ibadah pun, kita sulit merasakan kenikmatannya. Membaca Al-Qur'an semakin hambar saja, bahkan terkadang kita bosan membacanya. Kenikmatan mentadabburi isi kandungnya telah lama hilang. Penyebabnya bisa jadi karena hati kita yang penuh debu-debu kemaksiatan, terkontaminasi dengan segala macam polusi kebejatan.

Utsman bin Affan ra berkata:
((لَوْ طَهُرَتْ قُلُوبُكُمْ مَا شَبِعَتْ مِنْ كَلاَمِ رَبِّكُمْ))

"Seandainya hati kalian bersih dan suci, maka tentulah hati itu tidak akan pernah merasa bosan oleh Kalam Tuhan."

Janganlah membayangkan yang jauh, sekedar, memahami bacaan sholat saja pun terkadang kita tidak mampu, sholat kerap kali tidak khusyuk. Ketika sujud tersungkur pun kita jarang teringat Allah.
Kita sepertinya belum maksimal melaksanakan sholat-sholat wajib secara sempurna seperti yang diperintahkan. Kita masih sering lalai dan tidak mengerjakannya tepat waktu secara berjamaah di mesjid, terutama sholat subuh, dengan berbagai macam alasan; ngantuk, ketiduran, malas, mesjid jauh, dll. Apatah lagi dengan sholat-sholat sunnah, sholat lail, sholat rawatib, sholat dhuha atau sekedar witir sebelum tidur.

Tidak heran bila kita tidak sanggup merasakan nikmatnya kekhusuan shalat dan pengaruhnya dalam relung-relung hati dan sendi-sendi kehidupan kita. Bahkan kita sulit merasakan kebahagiaan dan ketenangan sebagai buah dari ibadah dan taat itu. Ataupun sekedar mencegah diri kita dari perbuatan keji dan mungkar.
Tidakkah kita merenungi untain sabda Rasulullah SAW yang menggambarkan siksa derita yang dialami orang-orang yang tidak melaksanakan sholat secara berjamaah karena alasan tidur misalnya?

((...وَإِنَّا أتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مُضْطَجِعٍ وَإِذَا آخَرُ قَائِمٌ عَلَيهِ بِصَخْرَةٍ ، وَإِذَا هُوَ يَهْوِي بِالصَّخْرَةِ لِرَأْسِهِ فَيَثْلُغُ رَأْسَهُ فَيَتَدَهْدَهَ الحَجَرُ هَا هُنَا ، فَيَتَّبِعُ الحَجَرُ فَيَأْخُذُهُ فَلاَ يَرْجِعُ إلَيهِ حَتَّى يُصْبِحَ رَأْسُهُ كَمَا كَانَ ، ثُمَّ يَعُودُ عَلَيهِ فَيَفْعَلَ بِهِ مِثْلَ مَا فَعَلَ بِهِ المَرَّةُ الأولَى ... وَلَمَّا سَأَلَ النَّبِيُّ قَائِلاً : سُبْحَانَ اللهِ مَا هَذَانِ ! أخْبَرَهُ الملَكَانِ فَقَالاَ : أمَّا الرَّجُلُ الأوَّلُ الَّذِي أَتَيتَ عَلَيهِ يَثْلُغُ رَأْسَهُ بِالحَجَرِ فَإِنَّهُ الرَّجُلُ يَأْخُذُ القُرْآنَ فَيَرْفُضُهُ وَيَناَمُ عَنِ الصَّلاَةِ المَكْتُوبَةِ)) [رواه البخاري]

"Lalu kami mendatangi seorang laki-laki yang tidur terlentang dan laki-laki lain berdiri di dekatnya dengan sebuah batu besar yang ia bawa. Lalu batu itu dijatuhkan ke kepala (orang yang terlentang itu), sehingga kepalanya pecah dan batu itu menggelinding ke sana ke mari, lalu orang yang berdiri itu mengikuti dan mengambil batu itu. Dan ketika ia kembali, ternyata kepala orang yang terlentang itu telah pulih kembali seperti sedia kala. Lalu batu itu dijatuhkan ke kepala orang yang terlentang itu seperti semula... Dan ketika Rasulullah menanyakan hal itu kepada kedua malaikat itu, dengan berkata: Shubuhanllah siapa mereka ini? Kedua malaikat itu menjawab: "Adapun laki-laki yang terlentang yang kita datangi dengan kepala yang hancur karena batu besar itu, adalah orang yang mengambil Al-Qur'an tetapi ia menolaknya dan tidak melaksanakan sholat wajib karena tidur."

Bukankah sholat ini yang pertama kali dihisab pada hari kiamat, kalau sholat kita ini diterima maka seluruh amalan kita yang lain akan mudah perhitungannnya.

Rasulullah SAW bersabda:
((أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ عَلَيهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ الصَّلاَةُ ، فَإِنْ صَلُحَتْ صَلُحَ سَائِرُ عَمَلِهِ ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ))

"Yang paling pertama dihisab pada diri seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat, bila sholatnya baik maka seluruh amalan yang lain juga akan baik. Dan bila sholat ini tidak baik, maka seluruh amalan yang lain pun akan menjadi rusak."

Ikhwati wa akhawati fillah! Jangan biarkan muhasabah ini kehilangan gaung, hanya menjadi deretan kata tanpa makna, bulatkan azam untuk meninggalkan segala maksit, singsingkan lengan baju untuk lebih meningkatkan kwalitas dan kwantitas ibadah, agar muhasabah ini, lebih tepat guna dan menjadi cerita nostalgia, nanti ketika kita semua dikumpulkan Allah di syurga firdaus.

Sebagai akhir kata, mari kita bersama menengadahkan tangan, menundukkan kepala lebih dalam lagi, menghaturkan do'a harap kepada yang pintu kasih-Nya tidak pernah ditutup. Kepada Ar-rahman Ar-rahim, Rabbul izzati wal jabarut
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِينَ

Ya Allah Yang Maha Mendengar, tiada Illah yang berhak disembah, selai Engkau
Ya Allah, inilah kami, hamba-hamba-Mu yang hina, kita tengah mengadahkan tangan menghiba kepada-Mu. Sehina apapun kami, kami adalah makhluk Ciptaan-Mu. Kami memohon dengan penuh kerendahan hati, ampunilah dosa-dosa kami.

Ya Allah, ampunilah sebusuk apapun diri-diri kami. Ampunilah segelap apapun masa lalu kami. Ampunilah sehina apapun aib-aib kami.

Duhai Allah Yang Maha Mendengar, ampunilah orang tua kami, ampunilah segala kezaliman kami kepada ibu bapak kami. Andaikata kedurhakaan kami menjadi penggelap kehidupan mereka, maka jadikanlah kami saat ini menjadi anak yang sholeh yang dapat menjadi cahaya bagi kehidupan orang tua kami, di dunia dan di akhirat.

Karuniakanlah bagi keluarga-keluarga kami rumah tangga yang sakinah. Jangan jadikan rumah tangga kami menjadi rumah tangga yang penuh bencana. Ya Allah, berilah kepada kami kepercayaan dan kesempatan memiliki keluarga dan anak keturunan yang lebih baik dari diri kami. Jangan biarkan mereka mencoreng aib di wajah kami, ampunilah jika kami salah mendidik mereka ya Rabb. Ya Allah,jangan biarkan istri dan anak-anak kami manghujat kami kelak di akhirat. Rabb, utuhkan kemuliaan mereka di dunia, utuhkan pula kemuliaan mereka di syurga.


"Ya Allah, berikanlah kami rasa takut kepada-Mu yang senantiasa menghalangi kami dari kemaksiatan. Berilah pula kepada kami ketaatan yang kelak mengantar kami ke syurga-Mu dan keyakinan yang meringankan beban musibah dunia yang menimpah kami."

"Ya Allah, perbaikilah agama kami yang menjadi pangkal seluruh urusan kami, perbaikilah dunia kami yang menjadi penghidupan kami dan perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai sarana menambah kebaikan bagi kami dan jadikanlah kematian sebagai tempat istrahat bagi kami dari kejahatan.

"Ya Allah, sesungguhnya buah kebatilan itu telah matang, dan kini tiba saatnya untuk memenggalnya, maka turunkanlah dari langit kebenaran sebuah tangan kuat yang akan memenggalnya, dan singkaplah tabir kegelapan yang menutupi mata hati manusia dari melihat cahaya kebenaran-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa malakukan itu ya Allah."

· رَبَّنا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الخَاسِرِينَ ، رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَحِيمٌ .

· رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الكَافِرِينَ .

· رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَينَا إصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَولاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الكَفِرِينَ .

· رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إنَّكَ أنْتَ الوَهَّابُ .

· رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا وَلِجَمِيعِ المُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ الحَاجَاتِ .

· رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلاَمٌ عَلَى المُرْسَلِينَ وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ .




SHALAHUDDIN ABDUL RAHMAN, Lc
PIPPKS-Arab Saudi
30 Dzulhijjah 1430 H