Dalam kehidupan rumah tangga, ekspresi cinta memang dapat tersalurkan dengan baik lewat perjumpaan dan kebersamaan. Namun bukan berarti ekspresi tersebut menjadi beku ketika harus berpisah atau menjadi layu ketika tak dapat bersama. Perpisahan memang sering menciptakan suasana mendung menggelayut di relung-relung hati. Namun, seperti uangkapan sebuah bait… tak selamanya mendung itu kelabu.
“Tiada kebahagiaan dan kelezatan sempurna bagi hati selain kecintaan kepada Allah dan upaya mendekatkan diri kepada-Nya dengan hal-hal yang dicintai-Nya. sementara cinta tidak akan ada kecuali dengan berpaling dari semua kecintaan kepada selain-Nya" (IBNU TAIMIYAH)
Mei 20, 2011
Mei 18, 2011
UNtitled
Belum lama ia berlalu, sejak aku menoreh sebentar saja
di bawah pancarannya yang terik,bergegas dengan melangkahkan pijakan
Hanya itu,,saat itu saja,,dan berawal di situ tanpa tahu di mana akhirannya
----------------------------------------------------
Kugenggam mirinda orange, kuteguk, menghilangkan dahagaku
Sekejap saja..Hanya itu, saat itu saja..dan berawal di situ..
di bawah pancarannya yang terik,bergegas dengan melangkahkan pijakan
Hanya itu,,saat itu saja,,dan berawal di situ tanpa tahu di mana akhirannya
----------------------------------------------------
Kugenggam mirinda orange, kuteguk, menghilangkan dahagaku
Sekejap saja..Hanya itu, saat itu saja..dan berawal di situ..
April 24, 2011
DUA JIWAKU
“Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al Furqan [25]: 74]
April 06, 2011
Lelaki Dua Surga
“Sesungguhnya putriku ini adalah amanah di pundakku dan aku berusaha mencari untuk kebaikan urusannya pada apa yang telah aku perbuat.” Atas alasan itulah Said Bin Musayyib menolak pinangan Amirul Mukminin dan menikahkan putrinya dengan orang kalangan biasa dari kaum muslimin.
Langganan:
Komentar (Atom)