September 04, 2010

Secercah Semangat Dari Kota Nabi

Lelaki berumur enam puluh tahun itu memasuki rumahnya di Madinah. Nyaris tak mengenali lagi rumah yang pernah ditinggalinya itu. Ia menemukan rumah itu, saat menyusuri jalan-jalan di kota Madinah, yang sudah ramai. Rumahnya yang sangat sederhana itu, pintunya agak terbuka, dan nampak lengang. Lelaki itu meninggalkan rumahnya, tiga puluh tahun lalu, dan waktu itu isterinya masih belia, dan menjelang melahirkan anak pertamanya.

Lelaki tua itu meninggalkan Madinah pergi berjihad ke negeri yang sangat jauh. Ia berangkat bersama pasukan muslimin. Membuka Bukhara dan Samarkand, dan sekitarnya, yang terletak di Asia Tengah. Begitu jauh perjalanan jihad bersama pasukan muslimin, mengarungi samudera padang pasir, menembus perjalanan beribu-ribu mil dari kota Madinah. Sungguh sangat luar biasa para mujahidin itu. Kepergiannya dengan tekad dan tawakal kepada Allah Azza wa Jalla.

Agustus 30, 2010

Anugerah Yang Indah

Memang tak ada satu pun yang mampu membacanya. 
Terkadang kita hanya mampu menafsirkan sendiri, 
yang akhirnya membuat kita jatuh pada kesimpulan yang salah arti. 

Begitulah kita..terlampau cepat melangkah
hingga saat itu tiba, tersingkaplah nilai cinta sesungguhnya.
Anugerah yang terindah dan akan selalu menjadi terindah dalam ukiran sejarah epik sejati kita
Semuanya akan nampak sempurna, dengan doa-doa tulus yang tak pernah bertepi
Benar, biarkanlah waktu yang menjadikannya indah
Seindah cinta kita di taman surga itu 


20 Ramadhan 1431
Perjalanan safar Makkah-Madinah

Agustus 23, 2010

Saatnya Mengerti

Pelangi itu nampak gemerlap, memantulkan bias-bias warna yang indah
meski baru saja mendung  dan derasnya hujan yang membasahi bumi


Akhirnya ia muncul, dengan senyumnya tersendiri
Begitulah fitrahNYA yang harus kita mengerti
Bahwa akan ada harapan-harapan indah untuk kita


Ternyata mudah terucap kata-kata penyemangat untuk diri
namun kenyataannya lagi dan lagi hanya bulir yang menjawab kebisuannya


Sungguh indah memang segala sesuatu yang terjadi di bumiNYA
Sungguh Maha Dahsyat tabir-tabir takdir itu
lazimnya ia mengerti dan berhenti bertanya


Sampai saat ini ia terpukau, takjub
semua berjalan tidak sesuai kehendaknya namun kehendakNYA
Karena ia sungguh tak tahu, hanya Ia yang Maha Tahu


ALLAH......Hamba sangat ingin .................. 






Madinah, 13 Ramadhan 1432 H
Saat semua harus kumengerti....ntahlah...
Hanya doaku sebgai kekuatanku 









Agustus 09, 2010

Coretan Nurul_Rizqi




Semua terasa semakin jelas tak tampak samar-samar lagi

Semakin hari, dari waktu ke waktu yang bergulir tabir itu terbuka tanpa harus memaksa

memang menunggu dan menunggulah yang selayaknya kulakukan

yang pada akhirnya mendewasakanku akan sebuah harapan,

Butir bening yang terlajur jatuh hanyalah rona-rona manis.
Semanis cita cintaku yang lebih dahulu ada

Terima kasih jiwaku..Engkau telah mengisi jasadku dengan iman yang sesungguhnya

Terima kasih Qalbuku..Sepantasnyalah aku tidak ragu..sepantasnyalah kata hati kuikuti asal bukan nafsu melenakan



Madinah, 28 Sya'ban 1431
Menghitung hari..Ramadhan Kareem..