Januari 10, 2010

Bukan Pemuda Kemarin

Ia pribadi yang muslim
berhati emas berpotensi prima
Yang dikala damai, anggun laksana Kijang di perburuan
Yang dikala perang, perkasa bak harimau kumbang

Ia perpaduan manisnya madu
Satu kali dengan kawan, lain kali dengan lawan
Yang lembut dalam bahasanya
yang teguh membawa suluh

Angannya sederhana citanya mulia
tinggi vitalitas dalam was-was,tinggi budi, rendah hati

Ia-lah surga di tengah sahabat tulus
Ia-lah baja, ditentangnya musuh-musuh durjana
Ia ibarat gerimis atau embun tipis
yang memekarkan bunga
yang melambaikan tangkai-tangkainya
Ia juga topan beliung, yang melemparkan ombak
menggunung yang menggoncang laut ke relung-relung

Ia-lah pertautan Agung Iman Abu Bakar, Perkasa Ali, papa Abu Dzar, Teguhnya Salman
Mandirinya di tengah massa yang bergoncang
Ibarat lentera pertapa di tengah gulita

Ia pilih Syahid Fi Sabilillah
Atas segala kursi dan Upeti
Ia menuju bintang menggapai malaikat
Harganya pun semakin tak terpeti
Maka siapakah yang sanggup membelinya
kecuali Rabbnya ?
Ia bukanlah pemuda kemarin

"Diakah Dirimu ?"




Januari 07, 2010

Kabar dari Langit, akankah ??


Butir-butir hujan belum juga mereda

Merintik menanti senja

Masih membawa deraian angin syahdu

Selalu saja seperti ini

dalam pelukannya

dimana aku tetap menunggu

Angin-angin dari LangitMU

Ya,hanya kabar dariMU

kepastian penantianku akan berujung




-In the middle of nowhere,070110-

Januari 05, 2010

Nikmat itu Ya Rabb

Nikmat itu Ya Rabb

Ku ingin itu jadi pintaku..Sangat

bukan aku tak bersyukur

Pintaku yang satu itu

tak akan mengurangi sedikitpun nikmatMU

yang tak ada akhirnya

Akan ku ketuk ridhoMu

dalam munajat cintaku

selamanya akan begitu


I am Waiting...still waiting
Let the time answer


Januari 03, 2010

Si Kecil Penjaja Cobek



Lelaki kecil ku sebut namamu
duduk melepas lelah di ujung senja
di pinggiran ibukota menjaja "batu buatan" yang berat itu
Menjaja cobek atau ulekan
Memanggulnya di kedua pundakmu
dengan bambu kau sanggahkan agar kuat

Lelaki kecil
tersenyum simpul kala melihatku membuka helm
malu-malu menutup muka dengan topimu
sambil mengunyah cemilan satu-satu
lagi.. Kau menatapku tersenyum
masih malu-malu dibalik topi lusuhmu

Lelaki kecil
membuatku bertanya-tanya
sampai-sampai aku mengarahkan wajah
ke spion motor
melihat adakah yang aneh di wajahku
Lagi.. kau tersenyum simpul
membalikkan muka
membuat kawanmu heran dan ikut-ikutan menatapku

Lelaki kecil
Apapun yang tersirat dari senyum simpulmu itu
Bagiku tersimpan semangat membaja
Kau tidak menengadahkan tangan ke setiap orang
tapi kau menyusur ibukota
menjajakan cobekmu hingga penghujung senja
Kala lelah kau pun berhenti di persimpangan
sekedar melepasnya dan mengusap butiran bening di dahi

Lelaki kecil
senyum malu-malumu masih bertahan
Hingga ku berlalu
dan tak sempat menyapamu
Hanya senyum tulusku untukmu
agar senantiasa semangat



Ansyity..Ukhty 030110